exam5 September 20267 menit baca

TOPIK IBT vs PBT: apa yang sebenarnya berubah dan mana yang sebaiknya diambil

TOPIK IBT dan PBT adalah ujian yang sama, sertifikat yang sama, level yang sama. Yang berubah adalah layar, hasil dalam 20 hari, dan biayanya. Perbandingan jujur, termasuk kapan kertas masih lebih baik dan bedanya dengan EPS-TOPIK.

#TOPIK#TOPIK IBT#PBT#exam format

Jawaban singkatnya

TOPIK IBT dan TOPIK kertas (PBT) adalah ujian yang sama.

Standar soalnya sama, sistem levelnya sama, dan sertifikat yang Anda terima juga sama. Di sertifikat tidak tertulis Anda mengambil format yang mana, dan universitas maupun perusahaan tidak bisa membedakannya. Masa berlakunya dua tahun, untuk kedua format.

Satu hal yang perlu diluruskan lebih dulu: EPS-TOPIK adalah ujian yang berbeda. EPS-TOPIK dipakai untuk sistem izin kerja ke Korea dan di Indonesia prosesnya berjalan lewat BP2MI. Artikel ini membahas TOPIK reguler, yaitu TOPIK I dan TOPIK II, ujian yang sertifikatnya dipakai untuk kuliah, beasiswa, dan syarat kemampuan bahasa.

Yang benar-benar berubah antara IBT dan kertas hanya tiga hal:

  • Layar — Anda menjawab di komputer, bukan di lembar OMR, dan IBT bisa memuat tipe soal yang secara fisik tidak mungkin dibuat di kertas.

  • Waktu menunggu hasil — hasil IBT keluar tepat 20 hari setelah ujian. Versi kertas butuh 32 sampai 55 hari tergantung sesinya, jadi sekitar satu sampai dua bulan.

  • Biaya — IBT jelas lebih mahal.
  • Jadi kalau ada yang bilang IBT "lebih gampang" atau "lebih susah", yang dia bicarakan adalah antarmukanya, bukan standar ujiannya. Level Anda dihitung dengan skala yang sama di kedua format.

    Perbandingan berdampingan

    AspekPBT (kertas)IBT (komputer)
    Cara menjawabBuku soal, lembar OMR, pulpenSoal dan lembar jawaban ada di layar
    Tempat ujianLokasi ujian kertasLokasi ujian berkomputer
    MenulisTulis tanganDiketik dengan papan ketik Korea
    MenyimakDiputar sekali lewat pengeras suara ruanganDiputar sekali lewat headset Anda sendiri
    Hasil32 sampai 55 hari, tergantung sesiTepat 20 hari, di setiap sesi
    Biaya (2026, di Korea)TOPIK I ₩40.000 · TOPIK II ₩55.000TOPIK I ₩70.000 · TOPIK II ₩95.000
    Jumlah sesi di Korea pada 2026EnamEnam
    SertifikatIdentik, berlaku 2 tahunIdentik, berlaku 2 tahun

    Ada dua baris di tabel itu yang perlu penjelasan tambahan kalau Anda ujian di luar Korea.

    Pertama, soal biaya. Angka di atas adalah biaya resmi di Korea untuk 2026. Di luar Korea, pendaftaran ditangani penyelenggara setempat dan nominalnya berbeda. Jangan mengonversi won ke rupiah lalu memakai angka itu untuk menyusun anggaran.

    Kedua, soal jadwal. Enam dan enam adalah angka untuk Korea. Sesi ujian tidak tersebar merata di dunia. Tiongkok daratan, misalnya, hanya punya dua sesi kertas pada 2026, dan itulah alasan sebagian peserta di sana rela bepergian atau beralih ke IBT. Untuk Indonesia. Periksa dulu sebelum menganggap sesi kertas selalu tersedia.

    Apa yang sebenarnya berbeda di layar

    Bagian inilah yang layak dipersiapkan, karena di sinilah peserta kehilangan nilai yang tidak akan hilang di kertas.

    Audio diputar sekali, dan Anda tidak bisa kembali

    Di kertas, Anda bisa membalik ke soal 12 sementara soal 15 masih diputar, lalu mengisi lembar OMR sekaligus di akhir. Di IBT tidak bisa. Setiap butir menyimak diputar satu kali, dan setelah Anda maju, Anda tidak kembali ke soal sebelumnya.

    Aturan tunggal itu mengubah cara Anda harus menyimak. Anda harus memutuskan jawaban selagi audionya masih segar, bukan menumpuk tiga jawaban setengah jadi untuk dibereskan nanti. Peserta yang terbiasa dengan kebiasaan kertas "nanti saya kembali ke soal ini" biasanya baru sadar pada hari ujian, dan itu momen terburuk untuk menyadarinya.

    Lembar jawaban ada di dalam layar

    Tidak ada lembar OMR terpisah, jadi bencana klasik ujian kertas — jawaban bergeser satu baris setelah ada soal yang dilewati — mustahil terjadi. Anda mengeklik jawaban, dan penghitung waktu selalu terlihat di depan Anda.

    Konsekuensinya, kebiasaan kertas hilang semua. Anda tidak bisa menggarisbawahi teks, mencoret dua pilihan yang sudah Anda eliminasi, atau menulis akhiran kata kerja di pinggir halaman. Kalau teknik membaca Anda sangat bergantung pada mencoret-coret teks, IBT akan terasa kosong pada percobaan pertama.

    Tipe soal yang tidak mungkin dibuat di kertas

    Karena lembar jawabannya berupa perangkat lunak, ujian tidak terbatas pada "pilih satu dari empat". Format yang akan Anda temui antara lain:

  • Pilih tepat dua jawaban benar, bukan satu

  • Seret untuk mengurutkan kalimat atau langkah ke urutan yang benar

  • Tabel O/X — menilai beberapa pernyataan benar atau salah berdasarkan satu bacaan

  • Penyisipan kalimat — memilih di bagian mana kalimat yang diberikan seharusnya diletakkan

  • Rumpang dalam kalimat — memilih kata langsung di dalam kalimatnya
  • Secara prinsip tidak ada yang lebih sulit. Semuanya hanya asing, dan keasingan itu memakan detik yang tidak Anda punya. Soal "pilih tepat dua" yang dijawab dengan satu pilihan bukan setengah benar, melainkan salah.

    Bagian menulis diketik

    Anda mengetik jawaban dengan papan ketik Korea, dan ini berlaku dua arah.

    Menguntungkan kalau Anda terbiasa menyunting sambil menulis: menyisipkan anak kalimat, menulis ulang kalimat pembuka, atau menukar urutan paragraf tidak memakan biaya apa pun, sementara di kertas biayanya adalah coretan berantakan atau menulis ulang.

    Merugikan kalau mengetik Korea Anda lambat. Mencari ㅕ di bawah tekanan waktu menghabiskan menit yang Anda butuhkan untuk isi tulisannya sendiri. Kalau Anda belum pernah menulis 200 sampai 600 karakter Korea sambil dikejar waktu, itulah yang perlu dilatih, bukan format ujiannya.

    Hasil dalam 20 hari, dan kapan itu menentukan segalanya

    Ini perbedaan yang paling sering diremehkan.

    Dua puluh hari berbanding satu sampai dua bulan adalah selisih berminggu-minggu, dan pada sesi kertas yang paling lambat selisihnya mendekati 35 hari. Bagi kebanyakan orang ini soal kenyamanan. Bagi siapa pun yang punya tenggat, ini adalah keseluruhan keputusannya.

    Hitung mundur dari tanggal Anda harus menyerahkan sertifikat:

  • Pendaftaran S1 atau pascasarjana — nilainya harus sudah ada sebelum pendaftaran ditutup, bukan sebelum ujian berlangsung. Kalau tenggatnya delapan minggu lagi, sesi kertas sangat mepet sedangkan IBT masih longgar.

  • Syarat visa atau jurusan dengan tanggal batas yang kaku — logikanya sama.

  • Putaran beasiswa, yang hampir tidak pernah menerima nilai terlambat sebaik apa pun alasannya.
  • Kalau tenggat Anda memang masih beberapa bulan lagi, keunggulan ini tidak bernilai apa pun bagi Anda, dan tidak perlu Anda bayar.

    Sebelum memutuskan, pastikan tanggal sesi dan tanggal hasil yang sebenarnya untuk putaran Anda. Sesi IBT berikutnya adalah 16회, 28 November 2026, pendaftaran 15 sampai 21 September, hasil 18 Desember. Pada 2026 di Korea ada enam sesi IBT dan enam sesi kertas. Jangan menyusun rencana pendaftaran berdasarkan tanggal kira-kira yang Anda baca di blog, termasuk blog ini.

    Jadi, sebaiknya ambil yang mana?

    Ambil IBT kalau:

  • Tenggat Anda ada dalam kisaran dua bulan dan Anda butuh nilainya cepat.

  • Anda mengetik Korea dengan nyaman.

  • Sesi kertas di negara Anda sedikit atau kuotanya sudah penuh — ini situasi banyak peserta di luar Korea.

  • Selisih biayanya masih masuk akal dibandingkan apa yang dibuka oleh nilai itu.
  • Ambil PBT kalau:

  • Biaya penting bagi Anda. ₩40.000 berbanding ₩70.000 untuk TOPIK I, atau ₩55.000 berbanding ₩95.000 untuk TOPIK II, adalah selisih yang nyata, sementara sertifikatnya identik.

  • Anda mengetik Korea dengan lambat. Yang kena adalah bagian menulis, dan kenanya keras.

  • Anda membaca lebih baik di kertas dan mengandalkan garis bawah, coretan eliminasi, dan catatan pinggir.

  • Anda tidak sedang dikejar tenggat. Menunggu satu setengah bulan untuk nilai yang baru dipakai tahun depan tidak merugikan Anda sama sekali.

  • Anda sudah pernah ujian kertas dan hafal ritmenya. Keakraban itu bernilai nilai sungguhan, dan tidak ada hadiah untuk memakai format yang lebih baru.
  • Tidak ada aturan bahwa "peserta yang serius mengambil IBT". Rekomendasi jujurnya untuk kebanyakan orang yang punya waktu dan anggaran ketat tetap kertas. IBT membayar selisih biayanya lewat kecepatan, ketersediaan kursi, dan kenyataan bahwa sebagian orang memang tampil lebih baik saat mengetik daripada menulis tangan.

    Putuskan dengan mencoba, bukan dengan membaca

    Yang paling cepat menyelesaikan kebimbangan ini adalah sepuluh menit duduk di dalam antarmukanya.

    Situs resmi TOPIK punya halaman "Experience TOPIK IBT" dan itu layak dilihat, tapi pahami betul apa isinya: sebuah tur antarmuka. Tidak ada bank soal dan tidak ada penilaian. Halaman itu menunjukkan tombol-tombolnya, bukan ujiannya.

    Demo IBT gratis kami melangkah satu tahap lebih jauh. Tanpa akun, tanpa pendaftaran:

  • 9 soal — 3 menyimak, 5 membaca, 1 menulis

  • Format asli yang hanya ada di IBT: pilih tepat dua, seret untuk mengurutkan, tabel O/X, penyisipan kalimat, rumpang dalam kalimat

  • Audio diputar sekali dan Anda tidak bisa kembali ke soal sebelumnya — persis seperti ujian aslinya

  • Bagian menulis diketik, jadi hari ini juga Anda tahu apakah kecepatan mengetik Korea Anda cukup

Supaya jelas: bagian menulis tidak dinilai otomatis di demo, dan demo menyatakannya langsung di layar. Demo ini ada supaya Anda merasakan formatnya, bukan untuk menilai karangan Anda.

Sepuluh menit akan memberi tahu Anda lebih banyak daripada satu jam lagi membaca artikel perbandingan.

Coba demo IBT gratis — 9 soal, tanpa pendaftaran, tidak ada yang perlu dibeli.

---

Baru mengenal format IBT? Ikhtisar TOPIK IBT menjelaskan struktur ujian, tipe soal, dan cara kerja ujian simulasinya.

Baca Lebih Lanjut tentang "TOPIK IBT vs PBT: apa yang sebenarnya berubah dan mana yang sebaiknya diambil" di Aplikasi MyTOPIK

Unduh aplikasi kami untuk latihan dengan AI dan persiapan ujian TOPIK.